Software Akuntansi Kledo, Memudahkan Ibu Rumah Tangga Pejuang Cuan Kelola Bisnis

Pejuang cuan

Awal resign dari kerja kantor aku pernah kelabakan mengatur keuangan. Sering banget was-was. Bagaimana agar uang bulanan cukup? Ketika popok atau susu anak habis padahal seharusnya masih cukup, jadi pusing. Pos pengeluaran mana yang bisa dipangkas. Kemudian terpikir, untuk mengatasi aku harus jadi pejuang cuan.

Yah, setiap hari keluarga kecilku harus memenuhi kebutuhan. Meski sudah mengaturnya sebaik mungkin, ternyata sering juga kebobolan. Begitu token listrik habis, duh bingung lagi. Padahal pengeluaran tersebut tidak bisa ditunda kalau mau listrik tetap nyala.

Ternyata bergantung pada pasangan repot juga ya, harus pandai mengelola keuangan untuk memenuhi semua kebutuhan. Berbeda dengan pada saat aku masih kerja. Mau belanja online tinggal chekout keranjang. Kebutuhan anak habis, langsung tarik gas ke supermarket. Mau tidak mau aku harus punya penghasilan tambahan.

Suatu hari setelah menidurkan si kecil, aku mulai berpikir, apa yang bisa aku lakukan untuk mendapatkan uang. Kerja lagi, tidak mungkin kasian bayi lucu ini. Satu-satunya jalan adalah membuka usaha di rumah, tetapi apa?

Jujur aku kurang pengalaman. Namun karena tekad untuk memperbaiki perekonomian, aku pilah kemungkinan yang ada untuk memulai usaha dengan modal terbatas. Yes. Memanfaatkan keterampilan

Memulai belanja bahan rajut

Aku ingat, selama cuti melahirkan si kecil, pernah belajar otodidak membuat tas rajut kemudian memakainya bekerja. Salah satu teman kantor sempat memuji. Katanya tas buatanku OK. Peluang nih, batinku. Siapa tahu jika aku memproduksi, hasil rajutanku bisa menghasilkan uang.

Keesokan harinya, dengan sisa tabungan aku membeli dua gulung benang rajut dan perlengkapan untuk membuat tas. Ketika si kecil bobok, mulailah aku merajut dengan tutorial dari YouTube. Kali ini modelnya cukup simpel.

Hampir tiga hari tas tersebut baju selesai, sudah termasuk memasang furing, handle dan aksesorisnya. Setelah jeprat-jepret, aku posting di akun media sosial. Belum berani berharap laku saat itu, hanya ingin melihat respon dari jejaring pertemanan.

Ternyata tanggapannya luar biasa. Setidaknya banyak yang memberi jempol tanda suka dengan karyaku. Sampai kemudian ada yang menanyakan harganya. Deal. Aku menjual dengan keuntungan sekian persen setelah menghitung biaya produksi. Semangat untuk menjadi pejuang cuan kian bertambah.

 

Pejuang cuan

Produk dari benang nilon

 

Berikutnya, ada salah satu teman yang menyarankan untuk bergabung di grup merajut. Aku masuk ke grup tersebut. Ternyata banyak ilmu yang aku peroleh. Termasuk model tas, dompet dan aksesoris berbahan benang rajut. Ada juga forum tanya jawab. Awalnya aku hanya menyimak, lumayan menambah pengetahuan.

Setelah produksi pertama terjual, aku mulai belanja bahan dalam jumlah banyak. Pembelian kedua, aku membeli 2kg benang sekaligus. Ternyata bisa mendapat harga grosir. Wah selisihnya lumayan, bisa menambah pendapatan, atau nanti aku bagi dengan customer. Cara dengan memberi potongan harga sebagai trik pemasaran.

Melatih anak-anak tetangga

Setelah orderan pertama, aku membuat lagi beberapa produk. Sayangnya, karena harus mengerjakan sambil mengasuh si kecil, satu produk baru bisa selesai beberapa hari. Perputaran modal dan mendapat keuntungan membutuhkan waktu lama.

Produk kedua ini ternyata laku lagi, bahkan mulai ada yang pesan dengan sistem PO. Customer awal ini kebanyakan teman dunia maya maupun nyata. Pesanan pun semakin bertambah. Bagaimana cara mengejar produksi? Aku mulai berpikir.

Kebetulan waktu itu masih berlaku sekolah daring. Banyak anak-anak yang mempunyai waktu kosong di rumah. Aku ajak mereka ke rumah dan produkku. Beberapa tertarik untuk belajar.

Akhirnya aku mengajari mereka. Bahan dan alat kusiapkan dan aku mengajarinya secara gratis. Ada yang bisa menghasilkan tas cukup berkualitas meski finishingnya aku yang mengerjakan.

 

Pejuang cuan

Dompet dari benang nilon

 

Dari sini aku terpikir untuk mengajak mereka bekerja. Mereka memproduksi tas untuk aku jual. Bahan semua aku yang menyiapkan. Selanjutnya aku mulai berani membeli lagi bahan dalam jumlah banyak setelah mendapatkan supplier.

Salah satu kerepotan saat itu, di dekat rumah belum ada pusat bahan rajut yang lengkap dan murah. Terpaksa membeli online. Untuk berhemat, aku mencari toko yang memberi fasilitas free ongkir.

Sayangnya sebagian besar toko hanya menyediakan item tertentu. Terpaksa aku berbelanja di toko yang berbeda. Membeli benang di toko A, furing di toko B, handle di toko C dan seterusnya. Pejuang cuan memang harus banyak akal.

Keteteran mengatur usaha

Setelah mulai berkembang, ternyata aku cukup kerepotan. Karena stock opname kurang rapi, item masih banyak, namun aku belanja kembali. Akhirnya modal terhenti. Begitu juga masalah keuangan. Meski penjualan selalu ada, namun isi rekening tidak pernah terisi. Uang usaha mengalir entah kemana.

Aku berfikir, semua harus segera dibenahi agar aku tidak sekedar bekerja tanpa keuntungan, padahal seharusnya mendapat laba yang cukup. Yah, aku membutuhkan bagian akunting. Jika harus hire orang, tidak mungkin. Usahaku masih terlalu kecil, belum mampu menggaji karyawan.

Berkenalan dengan software akuntansi Kledo

Pada saat sedang stalking medsos, ada yang lewat di beranda tentang software akuntansi online. Aku nggak langsung tertarik sih, karena berpikir pasti mahal, ribet dan hanya untuk usaha yang sudah besar. Apa kabar rajutanku yang seminggu baru ready beberapa biji.

Fitur Kledo yang keren

Begitu lihat lagi, kok jadi tertarik. Akhirnya aku buka website Kledo. Hem…..fiturnya keren. Pas untuk usahaku yang baru seumur jagung. Begitu pikirku. Ada fitur invoice dalam bentuk PDF. ada 50 contoh lagi. Jadi aku tidak perlu susah untuk membuatnya. tinggal pilih yang sesuai, langsung isi data setiap ada orderan.

Fitur kedua yang tidak kalah penting adalah purchasing. Selama ini aku kesulitan menentukan harga jual karena harus menghitung harga item seperti kepala rit, ring, pengait dan lainnya yang susah aku ingat satu persatu.

Namun di fitur purchasing ada pencatatannya. Aku pun lebih mudah jika akan memesan kembali ke supplier karena semua data tersimpan. Untuk menghemat kertas, semua berkas dapat tersimpan berupa softcopy. Informasi statistik pembelian juga ada. Komplit.

Satu lagi, tersedia fitur untuk menghitung pajak secara langsung. Jadi jika bisnisku berkembang dan menjadi besar nanti, aplikasi ini sangat penting. Aku bisa menghemat waktu karena tidak perlu menghitung pajak secara manual.

Stok gudang juga akan tercatat secara mudah. Ini bisa mengurangi modal yang mandeg karena pembelian bahan sedangkan stok masih aman. Pebisnis bisa lebih mengefektifkan usahanya.

Kledo juga menyediakan fitur biaya yang bisa mencatat semua arus keuangan secara detail. Bisa juga dengan mudah mengetahui vendor mana yang murah. Laporan tersaji secara paperless dan realtime, memudahkan proses memantau perkembangannya.

Masalah yang sering menghancurkan bisnis adalah pebisnis tidak dapat mengelola keuangan dengan baik. Dengan usahaku yang baru kecil saja aku mengalaminya, bagaimana dengan usaha besar. Keuangan usaha bisa berantakan karena pemilik tidak dapat memisahkan dengan pengeluaran pribadi.

Dalam aplikasi Kledo, semua pencatatan keuangan tersedia dengan sangat rinci. Tinggal memasukkan data saja, aplikasi akan memprosesnya. Sangat mudah dan user friendly. Cocok untuk emak-emak pejuang cuan. Harga berlangganan software akuntansi Kledo juga murah, worth it dengan manfaatnya.

Tersedia versi website dan aplikasi

Setelah mencobanya versi website, masih sedikit ragu, bagaimana jika aku tidak di lokasi usaha. Apakah masih bisa memantau? Nah keraguanku terjawab. Software akuntansi Kledo merupakan aplikasi yang bisa di download pada smartphone, jadi ketika mobile, aku tetap bisa memantau jalannya usaha.

Aplikasi ini memang pas banget bagi pejuang cuan seperti aku. Ketika mengantar anak sekolah, mengajak mereka jalan atau aktivitas lain, tetap bisa menjalankan dan memantau usaha dengan mudah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan