8 Poin Penting Saat Memilih Sekolah SD untuk Buah Hati

memilih sekolah SD

Menjelang akhir tahun ajaran, orang tua yang mempunyai anak lulus TK sudah mulai pusing memilih sekolah SD terbaik. Sebagai basic pendidikan formal, jenjang ini sangat penting. Apalagi anak sudah mulai bisa menentukan pilihan. Sebagai orang tua tentu perlu mempertimbangkan beberapa hal.

Semakin banyaknya jenis sekolah dengan berbagai keunggulan seringkali membuat orang tua justru bingung. Tentu semua ingin memberikan pendidikan terbaik bagi putra putrinya.

Nah, sekolah seperti apa yang tepat? Mommy sebaiknya sudah punya gambaran, jadi nanti tinggal menyesuaikan dan mengarahkan si anak untuk mendapatkan tempat pendidikan yang paling tepat.

Poin yang perlu mendapatkan perhatian ketika memilih sekolah SD

Pengalaman saya sebagai orang tua, juga pernah mengalami kebingungan ketika akan mendaftarkan buah hati masuk sekolah SD. Sebelumnya saya sudah punya beberapa kriteria yang harus ada pada sekolah pilihan tersebut. Pertama, sekolah tersebut harus berbasis agama.

Pilihannya adalah Madrasah Ibtidaiyah (SD di bawah Departemen Agama), Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) atau Sekolah Dasar Islam Internasional (SDII).  Poin ini yang menjadi pertimbangan:

1. Jarak

Bangun pagi dan bersiap sekolah akan menjadi rutinitas anak selama kalender akademik berjalan. Anak-anak perlu berkonsentrasi selama jam belajar. Jika jarak tempuh ke sekolah cukup jauh, maka akan membuat anak kelelahan dan buru-buru ketika berangkat. Ini tentu dapat mempengaruhi kegiatannya selama belajar.

Saya mempunyai pertimbangan, dengan menyesuaikan waktu tempuh, sekolah SD pilihan tersebut maksimal berjarak 7 KM dari rumah. Mommy mungkin mempunyai pertimbangan lain, tidak masalah. Hal ini dapat disesuaikan dengan kemudahan transportasi dan lamanya perjalanan sehingga meminimalkan kemungkinan anak terlambat sampai sekolah.

2. Kualitas pendidik

Selama 6 tahun ke depan saya akan menitipkan anak ke pendidik di sekolahnya. Saya harus memastikan bahwa pilihan tersebut tepat. Salah satu caranya adalah datang langsung ke calon sekolah, mengobrol dan berinteraksi dengan tenaga pengajar di sana.

Dengan demikian dapat menilai apakah pilihan saya tepat. Tenaga pengajar di sekolah merupakan perpanjangan tangan orang tua untuk mencetak anak menjadi pribadi yang baik. Alhamdulillah, ketiga sekolah memenuhi kriteria yang saya harapkan.

3. Lembaganya jelas

SDII Al Abidin
Sumber: FB SDII Al Abidin Sragen

Dari ketiga opsi, semuanya merupakan sekolah swasta. Oleh karena itu, lembaga penyelenggara menjadi bahan pertimbangan yang sangat penting. Hal ini terkait dengan support dan kemajuan sekolah ke depan.

4. Basic agama kuat

Bekal agama sangat penting bagi anak di dunia dan akhirat. Poin ini menjadi prioritas yang saya utamakan. Meski rumah dan orang tua merupakan madrasah pertama bagi anak-anak, namun peran sekolah dan lingkungannya sangat penting.

Di sekolah anak-anak berinteraksi dengan teman sebaya, belajar bertoleransi dan bersosialisasi. Basic pendidikan agama di sekolah dapat menjadi bekalnya menjalani kehidupan dan membentuk karakter yang baik.

5. Mempunyai keunggulan akademik

memilih sekolah SD
Sumber: FB SDII Al Abidin Sragen

Tujuan mengirim anak ke sekolah adalah untuk memberi bekal akademik. Tidak salah jika sebagai orang tua, saya sangat memperhatikan hal ini.  Berdasar hal ini, saya mempunyai dua pilihan, yaitu mendaftarkan si kakak, Callisto, di MI atau SDIT. Sedang sekolah yang ketiga, karena masih baru (SD yang saya pilih baru tahun pertama menerima siswa), belum memenuhi kriteria tersebut.

Namun kenapa justru pilihannya sekolah ketiga (SDII Al Abidin Sragen)? Saya melihat dari manajemen dan Yayasan yang memang sudah terbukti mampu mengelola banyak sekolah bertaraf internasional mulai dari TK sampai SMA.

6. Biaya terjangkau

Mahalnya biaya pendidikan, terutama untuk sekolah swasta sering menjadi keluhan orang tua. Memang benar, kualitas berbanding lurus dengan harga. Namun tidak sedikit Yayasan dengan kualitas terbaik, memberlakukan biaya terjangkau bagi peserta didiknya.

7. Ramah anak

Sumber: Dokumen pribadi

Bagi saya, anak-anak harus berkembang menurut usianya. Begitu juga dalam hal pendidikan. Sekolah yang baik menurut versi saya, ramah bagi anak-anak. Mereka masih diberi kebebasan untuk menyesuaikan diri dengan sistem pendidikan.

Untuk hal ini, saya memastikan langsung melalui cara berbincang dengan pengelola dan pendidik. Setelah yakin bahwa sekolah tersebut sesuai dengan kriteria, baru mengisi formulir pendaftaran.

8. Anak suka

Callisto Danish Asyraaf
Sumber: Dokumen pribadi

Poin terakhir ini tidak kalah penting. Anak-anak bukan objek untuk mewujudkan obsesi orang tua. Mereka adalah pribadi yang mandiri. Oleh karena itu meski dengan arahan dan pertimbangan, usulan serta keinginannya harus diakomodir.

Sebelum memutuskan untuk memilih sekolah, saya bawa si anak untuk datang dan melihat calon tempatnya menimba ilmu. Setelah itu kami berdiskusi. Membicarakan kelebihan masing-masing, tentu dengan bahasa yang mudah dia pahami. Dari hasil diskusi tersebut kami, orang tua, baru bisa menyimpulkan sekolah mana yang tepat.

Bagi saya yang tinggal di pinggir utara kota Solo tidak terlalu banyak alternatif sekolah unggulan yang dapat dipilih. Alhamdulillah ketika si sulung mau masuk SD, Yayasan Al Abidin membuka sekolah baru yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah, tepatnya di Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, sekitar 6 km.

Yayasan ini memang sudah terkenal dengan berbagai jenjang pendidikan di kota Solo dan Kabupaten Boyolali. Beruntung ketika si sulung saya ajak ke sana, suka dan saya pun langsung mendaftarkan.

Sebagai sekolah Islam internasional, anak didik mendapatkan bekal ilmu agama dan Bahasa Inggris yang cukup. Bahkan ada English day setiap seminggu sekali dimana anak-anak didik wajib berkomunikasi dengan bahasa internasional ini.

Berbeda dengan sistem pendidikan di lembaga lain, terdapat tiga program yang dapat menjadi pilihan, yaitu ICP atau International Class Program, Tahfidz dan Information and Communication Technology.

Ketika menentukan kelas pun, saya mempertimbangkan keinginan si anak. Tentu dengan menggali keinginan dan potensinya. Alhamdulillah kakak Callisto memilih kelas internasional (ICP Cambridge)

Untuk memilih sekolah SD terbaik yang sesuai, peran orang tua pastinya sangat penting. Namun jangan sampai mengesampingkan anak. Mereka yang akan menempuh pendidikan, jadi harus enjoy dan happy.

Tinggalkan Balasan