Inspirasi Dari Seorang Muhammad Yunus, Peraih Nobel Asal Bangladesh

Muhammad Yunus

Namanya Muhammad Yunus, terkenal sebagai bapak Grameen Bank karena idenya menggulirkan modal pada masyarakat miskin.  Menurut saya, beliau orang yang berani mengambil resiko dan berjiwa sosial sangat tinggi.

Dalam bidang keuangan mikro nama beliau cukup terkenal, khususnya di bidang Grameen. Sampai sekarang konsep ini masih berjalan dan banyak  negara yang mengadopsinya, termasuk Indonesia. Meski banyak institusi yang tujuannya berbeda, dari sosial oriented ke business oriented namun keberadaannya memberi angin segar bagi pemilik usaha kecil yang kekurangan modal.

Mengenal lebih dekat Muhammad Yunus

Lelaki kelahiran Chittagong, Bangladesh tahun 1940 ini merupakan salah seorang banker. Idenya yang luar biasa keluar dari konsep bank yang hanya akan memberikan pinjaman pada orang dengan kemampuan untuk membayar.

Beliau justru membuat program dengan sasaran orang-orang kurang mampu dan mempunyai keterbatasan untuk mengakses fasilitas bank. Kondisi ini biasa dikenal dengan nama non bankable.

Menurut Muhammad Yunus, masalah keterbatasan ekonomi merupakan mata rantai yang tidak pernah putus. Kendala utamanya adalah modal. Pelaku usaha tidak bisa leluasa menjalankannya dan memiliki keterbatasan pasar bagi produknya.

Hal ini karena tidak adanya modal. Mau tidak mau mereka meminjam kepada rentenir atau pemilik modal yang siap menampung produk mereka. Sayangnya pemilik modal ini mempunyai posisi tawar yang tinggi sehingga dapat memainkan harga.

Muhammad Yunus merasa sangat prihatin dengan keterbatasan yang dialami oleh ibu-ibu di sekitarnya. Dengan minimnya modal, terpaksa para wanita ini mengambil bahan kerajinan dari tengkulak, kemudian menjual kembali dalam bentuk produk.

Tengkulak membeli dengan harga yang jauh dari seharusnya, sesuai dengan keinginan mereka. Pengrajin benar-benar tidak mempunyai bargaining. Sebab jika tidak mengikuti, maka tidak akan mendapat pinjaman modal atau bahan baku usaha.

Kondisi tersebut menggugah pemikiran Muhammad Yunus untuk membantu modal dengan bunga ringan. Dananya berasal dari kantong pribadi. Lalu apa jaminan bahwa si ibu yang mendapat bantuan akan mengembalikan pinjaman? Kemudian beliau memfasilitasi kumpulan ibu-ibu untuk mendapatkan pinjaman moda.

Lahir dan berkembangnya Grameen Bank

Ide dan gagasan Muhammad Yunus awalnya mendapat banyak pertentangan. Bahkan tidak sedikit yang menertawakan karena keinginan untuk memberi pinjaman pada orang yang tidak pernah dilirik oleh Bank.

Hal tersebut tidak membuatnya patah semangat. Bersama rekan yang mempunyai pemikiran sama, mulailah menyalurkan pinjaman lunak tanpa jaminan dengan konsep tanggung renteng. Artinya jika salah satu kesusahan untuk mengembalikan pinjaman, maka teman dalam satu kelompok harus mau tanggung renteng untuk mengganti. Konsep ini terkenal dengan nama grameen bank.

Dari ide ini, ternyata banyak ibu-ibu pemilik usaha di sekitar tempat tinggal beliau yang tertolong.  Mampu mengumpulkan modal dan semakin mandiri secara finansial. Sampai saat ini banyak yang mengadopsi sistem Grameen Bank dan menjalankan sesuai visi perusahaan.

Jika di Bangladesh ada Muhammad Yunus yang mempunyai ide cemerlang dan berani menerima resiko, kita dapat memanfaatkan zakat. Pengoptimalan dana zakat bisa mengangkat perekonomian. Sebab mampu mengatasi masalah modal. Misalnya menggulirkan modal kepada Ibu-ibu agar tetap dapat menjalankan usaha sambil mengasuh anak-anaknya di rumah.

Pengelola Zakat bisa berdiskusi dan menerapkan hal ini. Dengan demikian masyarakat yang membutuhkan tetap mendapat haknya. Banyak cara untuk bisa menjalankan 30 hari jadi manfaat dengan memperhatikan sekitar. Meski hal kecil, apa yang bisa dikerjakan sebaiknya langsung eksekusi sehingga segera memberi manfaat bagi orang lain, seperti yang dilakukan Muhammad Yunus.

 

Muhammad Yunus

Tinggalkan Balasan