Digitalisasi dan WordPress Hosting, Memberi Peluang Dapat Uang

Wordpress Hosting

Sejak memutuskan untuk resign, saya seperti memasuki dunia baru. Jika sebelumnya aktif berinteraksi dan komunikasi, kemudian harus banyak di rumah mengurus keluarga.  Sesekali memanfaatkan WordPress Hosting yang saya punya untuk menulis di blog pribadi sebagai tempat curhat. Kemajuan digitalisasi belum bisa saya manfaatkan secara optimal.

Dunia terasa sangat terbatas. Belum lagi masalah finansial yang mungkin terjadi. Selama 16 tahun menjadi orang kantoran, penghasilan saya menyumbang sekian persen untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan sekarang harus hilang. Masalah tersebut sangat rentan mengundang stres. Apalagi tanggapan lingkungan. Ternyata tidak semua bisa menerima pilihan saya untuk fokus ke keluarga.

Sempat terpikir untuk kembali bekerja. Apalagi ada tawaran yang menjanjikan. Rasanya sayang juga melihat sepatu, tas dan pakaian resmi hanya memenuhi lemari. Sejak menjadi IRT tentu saya tidak pernah menggunakannya lagi.

Namun ketika melihat wajah anak-anak yang menjadi alasan untuk resign, rasanya tidak tega. Saya tidak mau si sulung kembali menangis melepas ibunya berangkat kerja, apalagi ketika harus ke luar kota dalam waktu lama. Begitu juga dengan si kecil, saya tidak ingin kehilangan momen tumbuh kembangnya, seperti yang dulu terjadi pada kakaknya.

Mencari Solusi Dengan Cara Sendiri

Wordpress Hosting
Sumber:pixabay.com

Waktu itu saya berpikir, apa nih yang bisa dilakukan. Produktif, namun tetap berada di tengah keluarga. Kembali saya teringat, rasanya nyaman setelah menuangkan ide dalam bentuk tulisan. Nah, ini peluang, mungkin mencoba menulis secara profesional bisa dilakukan. Siapa tahu dapat menghasilkan uang untuk jajan anak-anak.

Sayangnya saya kurang melek digital. Selama bekerja di kantor menggunakan jaringan berbasis komputer dan internet karena dipandu oleh staf IT. Itu pun hanya sebatas kirim email, online meeting dan mengakses laporan dari sistem. Sedang di rumah. Bagaimana melakukannya?

Mencari Media dan Kolega

Saya sudah menemukan peluang, menulis dan memanfaatkan kemajuan digitalisasi. Berikutnya harus mulai mengatur strategi, kira-kira kemana mengirim tulisan agar bisa mendapatkan uang. Setelah melakukan pencarian beberapa lama, terkumpullah situs-situs yang sepertinya cocok dengan kemampuan saya.

Masalahnya, ternyata beberapa platform mengharuskan untuk membuat akun dan mempunyai ketentuan khusus dalam pengiriman naskah. Hal ini terkait dengan sistem digital mereka. Pengetahuan tentang WordPress Hosting sangat diperlukan.

Selain itu saya juga mendaftar ke agensi penulisan artikel yang sistem kerjanya secara remote. Sesuatu yang sebelumnya tidak saya yakini dapat berhasil. Di dalam pikiran, bekerja itu ya bertemu, berdiskusi dan mengeksekusi tugas dengan cara dalam satu ruangan. Namun ternyata digitalisasi memudahkan banyak hal.

Menyortir dan tersortir

Dari banyaknya platform dan agensi artikel tersebut, saya mengikuti berbagai seleksi secara tidak langsung. Dimana yang konsisten dan dapat menguasai teknologi akan dapat bertahan. Akhirnya resmilah saya bekerja dari pojokan rumah sambil terus mengasuh 2 anak, satu berumur 8 tahun dan si kecil, menjelang 2 tahun.

Bagaimana penghasilannya? Duh…melihat ini rasanya ingin menyerah dari awal. Pertama terima honor kerja selama satu bulan, besarnya kurang dari gaji dua hari ketika bekerja kantoran. Padahal effort yang harus keluar sangat luar biasa. Sering lupa makan karena dikejar deadline, begadang saat aplikasi untuk mengecek plagiat tidak support dan masalah lainnya.

Benar-benar ujian saat itu. Namun saya ingat kata seorang senior dalam bidang penulisan, untuk bisa mendapatkan fee besar harus mau memulai dari yang terkecil. Nah, kata-kata “mantra” ini ternyata luar biasa dampaknya. Saya kembali bersemangat. Mungkin, saat ini saya harus berlelah dulu untuk dapat eksis bekerja secara online dari rumah.

Asiknya bekerja secara digital

Memasuki waktu sekian bulan bekerja dari rumah, saya mulai merasa nyaman. Research kata kunci untuk artikel, mengecek kualitas tulisan dengan aplikasi, mengirim hasil pekerjaan, semua serba digital dan ternyata sangat mudah.  Learning by doing memang benar-benar menjadi cara bagi saya untuk sampai tahap saat ini.

Jika dulu saya berpikir, bekerja ya harus berangkat pagi pulang malam, meninggalkan anak-anak di rumah, sekarang tidak lagi. Kemajuan digitalisasi memberi banyak peluang untuk berkarir dan berprestasi. Tinggal bagaimana kita berusaha untuk belajar dan menguasainya.

Saat ini saya mulai menemukan betapa asyiknya bekerja sebagai content writer dengan bergabung di agensi dan menjadi kontributor beberapa platform. Bekerja secara digital ternyata tidak kalah menyenangkan dibanding datang ke kantor setiap hari.

Saya pun bisa menemukan komunitas yang mempunyai “frekuensi” sama sehingga nyambung ketika berkomunikasi. Jadi, seperti menemukan kembali dunia yang sempat hilang.

Bagaimana dengan blog? Sampai saat ini memang belum maksimal. Nah, untuk yang satu ini pun mulai berbenah. Saya awali dengan mencari informasi layanan terbaik, seperti dari Cloud Provider Indonesia.

Kenapa? Karena blog dapat menjadi media untuk healing dan salah satu cara mendapatkan pasif income. Dengan mengoptimalkan WordPress Hosting, siapa tahu saya bisa mendapatkan penghasilan tambahan sebesar gaji ketika masih bekerja kantoran.

Tinggalkan Balasan