Self Healing: Semeleh, Berserah Bukan Berarti Menyerah

Sef Healing

Tanggal 5 Februari lalu saya ikut pada Semeleh Movement, sebuah acara yang sangat keren. Dalam kehidupan setiap orang mempunyai masalah masing-masing dengan latar belakang yang berbeda. Hal tersebut membuat hidup terasa berat dan kurang bahagia. Ternyata kata “Semeleh” merupakan self healing yang menjadi jawabanya.

Bersama mba Intan Maria Lie, founder Ruang Pulih Mahadaya. Acara yang berlangsung di Bali Resto Café, Laweyan, tersebut berjalan lancar. Bagi saya pribadi, acara ini sangat keren. Mba Intan membawa peserta untuk masuk dalam alam pikiran bahwa permasalahan dalam kehidupan tidak akan pernah selesai tanpa “memaafkan diri sendiri”.

Semeleh Movement

Sikap legowo dalam menghadapi semua keadaan dengan cara semeleh, yang artinya “berserah”. Perlu digaris bawahi bahwa “berserah” beda dengan “menyerah”. Dalam berserah kita harus mengikuti dan menerima segala ketentuan Gusti Allah namun juga terus berikhtiar dengan memperbaiki diri. Berusaha untuk bersyukur, melihat dari kacamata keberuntungan yang ada pada saat ini.

Sedang jika menyerah, artinya kita hanya pasrah pada keadaan tanpa mau melakukan apapun. Rasa tidak bahagia, sakit, seringkali muncul bukan dari luar. Tetapi justru dari dalam diri sendiri. Jika mengubah keadaan, sikap dan kondisi lingkungan tidak bisa, diri sendiri yang harus bisa. Namun tetap fokus bahwa diri kita penting dan harus mau berjuang.

Semeleh Movement kali ini merupakan Roadshow pertama yang diselenggarakan oleh IIDN, atau Ibu Ibu Doyan Nulis. IIDN sendiri merupakan sebuah komunitas beranggotakan ibu-ibu yang mempunyai kesenangan menulis, tanpa ketentuan genre apapun.

Rencananya Semeleh Movement akan berlanjut di kota lain baik secara offline maupun online. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara peluncuran buku berjudul “Semeleh”, sebuah antologi inspiratif yang berisi pengalaman penulis-penulisnya dalam upaya berserah dan bangkit dari keterpurukan. Asyiknya, acara tersebut free atau gratis bagi pembeli buku sampai tanggal 5 Februari 2022.

Antologi ini termasuk buku yang laris. Bahkan pemesan harus rela untuk mengantri agar bisa mendapatkannya. Membaca isi buku ini juga merupakan pelajaran berharga dari pengalaman pribadi pada penulisnya. Tentu dapat membuka wacana dan pikiran pembaca untuk bagaimana agar bisa membahagiakan diri sendiri.

Self Healing

Dalam acara tersebut mbak Intan juga mengajak peserta yang hadir untuk ‘membuka” dirinya sendiri dengan cara menuliskan apa yang membuat bahagia pada hari tersebut. Menulis merupakan salah satu “healing” yang dapat membuat diri dan pikiran kembali sehat.

Keluarkan saja semua “sampah-sampah” dalam jiwa dengan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Tidak peduli seperti apa wujudnya. Meski hanya sekedar tulis, buang, tulis, buang, maka beban dalam pikiran dan jiwa akan hilang. Cara ini ternyata sangat efektif.

Beban terasa lebih berat manakala sebagai pribadi tidak mau membuka, berkaca dan melihat diri sendiri. Padahal dengan cara inilah kebahagiaan akan datang. Jika melihat dan menilai orang lain sangat mudah, ternyata melakukan hal tersebut pada diri sendiri justru lebih sulit.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/11/24/121037520/mengenal-self-healing-tujuan-dan-siapa-saja-yang-membutuhkannya?page=all

Bersyukur, Kunci Kebahagiaan

Selanjutnya mbak Intan juga mengajak peserta untuk menuliskan ucapan syukur pada atas apa yang ada pada hari tersebut, dilanjutkan dengan ucapan terimakasih dengan menyebutkan nama sendiri secara lengkap. Kemudian juga memberi maaf pada diri sendiri, memaafkan, menyayangi, dan pilihan untuk bahagia.

Keputusan untuk bahagia ternyata mempunyai kekuatan besar. Hal tersebut yang membuat secara pribadi kita rela untuk berserah dengan semua ketetapan Illahi, namun tetap berusaha untuk bangkit.

Hikmah dari kata “Semeleh ternyata sangat dahsyat. Kita bisa menjadi pribadi yang tidak lagi terkungkung dengan masalah, meratapi dan berada dalam lingkarang yang tidak ada ujungnya.

Jika berada dalam lingkaran tersebut, segera keluar. Caranya adalah dengan bersyukur, memaafkan keadaan dan keputusan untuk memilih bahagia. Jadi, jangan tunggu orang lain membahagiakan kita. Namun, carilah jalan sendiri, self healing. Langkah pertama adalah dengan memaafkan diri sendiri. Semoga selalu berbahagia!

 

2 tanggapan pada “Self Healing: Semeleh, Berserah Bukan Berarti Menyerah”

Tinggalkan Balasan