writer

Profesi Menulis, Seluas Dunia

Ketika masih bekerja di Cikarang, Bekasi, tahun 2000  an akhir,  saya pernah ke Senayan City untuk mengikuti workshop kepenulisan. Pembicaranya Clara Ng dan Gola Gong. Meski lama merantau, saya termasuk jarang bepergian dari kost, kecuali untuk acara penting. Waktu itu ke Senayan menurut saya sangat penting. Dengan naik bus, saya sempat bertanya beberapa kali rute yang harus dilalui. Demi apa? Untuk mengetahui profesi menulis.

Senekat itu? Iya. Waktu itu saya  lagi semangatnya pengen belajar menulis. Dalam pikiran saya saat itu menulis ya membuat cerpen, novel atau buku non fiksi. Sesimpel dan sesederhana itu. Semakin kesini, saya mulai mengikuti berbagai jenis training penulisan. Kegiatan tersebut berlanjut dengan mengikuti beberapa grup penulisan. Bahkan saya memberanikan diri untuk bergabung dan mengambil job dan yakin profesi menulis sangat menjanjikan.

Profesi menulis tidak hanya cerpen, novel dan buku non fiksi.

Bersama komunitas-komunitas menulis yang saya ikuti, pemahaman, pengalaman dan keberanian untuk semakin eksis dengan tulisan kian terasah. Mata saya terbuka, bahwa menulis bukan hanya menciptakan cerpen, novel dan buku non fiksi. Ternyata banyak sekali bagian-bagiannya. Ibaratnya, menulis adalah dunia, di dalamnya ada benua, negara dan pulau-pulau kecil

Nah, saat ini saya mulai berani merambah beberapa pulau itu. Bermula dari hanya sekedar membuat tulisan untuk dibaca sendiri. Kemudian beralih membuat tulisan 300-500 kata dan mengirimnya ke media online. Menunggu review dan bertanya pada diri sendiri, membawa saya kemudian berani mencari tahu apa kekurangan pada tulisan saya. Apakah profesi menulis bisa saya kuasai?

Akhirnya beberapa tulisan ringan  mulai diterima dan di publish oleh media online. Kesempatan ini membuat saya justru semakin penasaran. Bagaimana menjadi seorang penulis profesional. Terus membuat pikiran berputar, agar ide terus mengalir. Bahkan mulai berangan-angan apakah mungkin mendapatkan penghasilan dari menulis. Ketertarikan saya untuk menekuni profesi menulis mulai muncul.

Content writer

Dari kesukaan mencoba-coba, akhirnya mulai mengenal dunia content writer. Ini adalah salah satu  “pulau” dari dunia menulis yang saya sebutkan. Kebutuhan konten untuk media online ternyata luar biasa. ibaratnya tinggal bertanya, seberapa kuat menulis dan seberapa besar keinginan untuk memperbaiki tulisan.

https://takaitu.id/ingin-sukses-sebagai-penulis-lepas-perhatikan-4-tips-ini/

Jika awalnya, cukup menulis dengan jumlah kata sesuai ketentuan, tanpa typo sudah merasa berhasil, di content writer tidak. Sebuah tulisan harus lolos di mesin pencari Google untuk masuk halaman pertama. Ini tantangan lagi. Bagaimana caranya memenangkan dari jutaan tulisan yang lain?

Ternyata ada ilmunya. Jika sebelumnya mempunyai tulisan dengan kualitas keterbacaan baik sudah cukup puas, sekarang tidak lagi. Sebuah tulisan harus berkualitas baik dari isi maupun dari mesin pencari Google. Jika hal ini ditekuni, profesi menulis content writer bisa membuat hidup sejahtera secara finansial.

Blogger

Ketika mendaftar untuk beberapa akun media online guna mengirim tulisan, ada kolom untuk mengisi jenis pekerjaan saat ini. Surprisenya, ternyata menulis menjadi salah satu item jenis pekerjaan yang ada. Artinya menulis diakui secara umum sebagai kegiatan yang menghasilkan uang guna memenuhi kebutuhan hidup

Di akun yang lain, saya pernah menemukan pilihan pekerjaan sebagai blogger. Blogger adalah jenis pekerjaan menulis spesifik yang diyakini mampu memberi penghidupan layak. Saya pernah bingung, bagaimana mendapat uang dari mengelola blog? Saat itu yang saya pahami hanya adsense. Ternyata adsense hanya satu dari sekian banyak pintu income dari blog. Sampai saat ini saya mempunyai banyak kenalan yang menjadikan blog sebagai pilihan untuk profesi menulis.

Penulis lepas di media online

Menjadi content writer dan bergabung dengan agensi lebih memberi kepastian job. Penulis tidak perlu mencari job sendiri. Biasanya penulis tinggal menulis saja sesuai keyword yang dipesan oleh client. Resikonya, karen bekerja sama dengan pihak lain penulis akan dituntut dateline.

Bagi yang ingin bekerja sebagai penulis namun sangat santai menjadi content writer mungkin tidak cocok. Alternatifnya adalah memilih “pulau” yang lain, yaitu penulis lepas untuk media online. Bedanya dengan content writer? Penulis lepas adalah kontributor untuk media. Penulis harus mencari ide, menulis dan mengirimkannya ke media.

Jika lolos kurasi dan publish, akan mendapat honor. Namun sebaliknya jika malas mencari ide dan menulis, tidak akan mempunyai pemasukan. Untuk yang hanya mempunyai sedikit waktu senggang namun tetap ingin berpenghasilan dari menulis, profesi ini sangat cocok.

Profesi menulis dapat menghasilkan uang yang tidak terhingga jumlahnya. Bisa banyak, sedikit atau tidak ada sama sekali. Tergantung bagaimana kita berusaha. Ibaratnya, mau berkeliling di pulau mana. Semua tinggal pilih, tekuni dan dapat menjadi profesi yang menjanjikan.

Isna

Saya seorang ibu dengan dua anak laki-laki. Saat ini saya aktif bekerja secara profesional di luar rumah. Menulis adalah hoby yang saya geluti saat ini, selain sebagai crafter dengan membuat berbagai model tas rajut. Saya belajar merajut secara otodidak dari youtube.

Sebagai penikmat kopi hitam dan teh hangat manis, rasanya hari belum lengkap tanpa keduanya.

Mimpi saya adalah suatu hari saya bisa hidup sejahtera dari menulis dan mempunyai usaha berbasis craft serta dapat memberi peluang kerja bagi para wanita di sekitar saya.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *