Uncategorized

APA PENTINGNYA TEMAN BAGI SAYA?

Manusia itu mahluk sosial, membutuhkan orang lain untuk sekedar bercerita, berbagi pengalaman dan menyampaikan isi hati. Terkadang, hanya dengan menyampaikan apa yang kita rasakan tanpa mendapatkan solusi, hal itu sudah membuat beban di hati menjadi berkurang. Dalam memilih teman memang gampang-gampang susah. Jangan sampai kita salah memilih yang berujung justru menimbulkan masalah bagi kita.
Bagi saya, teman dekat bisa jadi lebih dari saudara. Kepada teman dekat saya dapat menyampaikan semua ide dan persoalan. Bahkan tidak jarang saya mendapatkan support dan energi yang luar biasa untuk bangkit dari suatu masalah. Namun tidak jarang juga, dari teman masalah akan muncul.
Dalam berinteraksi, pengaruh teman dapat datang tanpa yang bersangkutan sadari, misal kita bergaul dengan teman yang mempunyai gaya hidup konsumtif, bisa jadi kita akan terbawa menjadi konsumtif juga. Padahal si teman tersebut tidak pernah mempengaruhi kita untuk ikut-ikutan seperti dia. Namun karena seringnya kita berinteraksi secara tidak langsung kita mengikutinya.
Ada juga teman yang membawa efek positif. Seseorang yang sangat taat dalam beragama atau lebih sholihah dibanding kita. Karena kita sering bersamanya, kita yang enggan untuk salat tepat waktu, karena awalnya diajak salat dan tidak enak jika menolak, akhirnya menjadi kebiasaan bagi kita untuk salat tepat waktu. Pada dasarnya dalam bergaul dengan siapa pun filternya ada di diri kita sendiri. Teman-teman tidak akan dapat mempengaruhi kita jika memang kita mempunyai prinsip hidup yang kuat.
Pentingnya berteman bagi saya?
Sangat penting. Saya bergabung dengan beberapa komunitas, diantaranya menulis, nge-blog, merajut, parenting dan beberapa komunitas yang lain. Saya berteman dengan anggota komunitas tersebut, berbagi pengalaman dan bertukar pikiran. Sebagian dari mereka justru saya tidak pernah bertemu secara langsung. Dari berteman dalam komunitas tersebut saya banyak mendapatkan ilmu dan semangat untuk terus berkarya dan menjadi lebih baik. Misal dari komunitas menulis, saya belajar bagaimana memperbaiki kualitas tulisan saya, begitu juga dari komunitas blogging. Saya mendapat banyak masukan dan ilmu. Tidak jarang saya juga dapat job dari teman dalam komunitas ini.
Dari teman di komunitas merajut pun demikian. Saya dapat banyak ilmu merajut, tehnik, bahan dan cara memasarkan produk saya. Saya pun dapat bertemu dengan pecinta hasil rajutan saya di komunitas ini.

Begitu juga di komunitas parenting. Saya dapat banyak ilmu bagaimana menjadi orang tua yang lebih baik, mendapatkan ilmu dan juga ide-ide untuk menjadi bahan tulisan saya.

Apakah saya selalu beruntung mendapatkan teman yang baik?
Tidak. Saya beberapa kali mendapatkan teman di dunia nyata maupun di dunia maya yang menjadi “toksik”. Saya menjadi kurang percaya diri dan kurang bersemangat. Beruntung saya kembali dapat “mengendalikan diri”, berpikir positif dan mengambil sisi baik dari apa yang teman saya itu lakukan. Kembali ke prinsip awal, filternya ada pada kita. Apakah teman kita tersebut akan membawa dampak positif atau negatif.
Dalam berteman tentu ada batasan-batasan yang harus kita perhatikan. Kita tidak boleh terlalu terlibat dalam kepentingan pribadi mereka, begitu juga kita tidak boleh terlalu terbuka mengenai semua persoalan kita. Apa dan bagaimana batasan yang harus kita perhatikan? Semua kembali kepada masing-masing.
Jika kita mendapatkan teman yang tepat, tentu dapat membawa kita menjadi pribadi yag lebih baik, Dalam berinteraksi dengan teman sebaiknya kita saling “take-and give”, sehingga satu sama lain saling memberikan manfaat.

*Tulisan ini diikutsertakan dalam 30 Days Writing Challenge Sahabat Hosing

Isna

Saya seorang ibu dengan dua anak laki-laki. Saat ini saya aktif bekerja secara profesional di luar rumah. Menulis adalah hoby yang saya geluti saat ini, selain sebagai crafter dengan membuat berbagai model tas rajut. Saya belajar merajut secara otodidak dari youtube.

Sebagai penikmat kopi hitam dan teh hangat manis, rasanya hari belum lengkap tanpa keduanya.

Mimpi saya adalah suatu hari saya bisa hidup sejahtera dari menulis dan mempunyai usaha berbasis craft serta dapat memberi peluang kerja bagi para wanita di sekitar saya.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *