Uncategorized

Ingin Tembus ‘Ah Tenane”, Ini tipsnya

Bagi pembaca setia Solopos tentu tidak asing dengan rubrik humor ‘Ah Tenane”. Para pembaca  rubrik ini tentu akan mendapatkan hiburan dari cerita-cerita lucu yang dimuat. Sedang bagi penulis, rubrik ini merupakan lahan untuk mendapatkan honor yang lumayan. Dari tulisan dengan panjang antara 300-500 kata yang dimuat, kita akan mendapatkan honor Rp 75.000. Tentu angka ini cukup besar untuk sebuah tulisan ringan yang dapat kita tulis hanya dalam waktu sekitar 15 menit saja.

Saya termasuk orang yang senang membaca cerita-cerita di rubrik “AH Tenane”. Dari kebiasaan membaca inilah terbesit keinginan untuk mengirimkan tulisan. Tercatat sudah lebih dari tujuh  tulisan saya yang dimuat. Selain tema dan ide untuk tulisan ini banyak, kesempatantulisan kita untuk dimuat juga cukup besar, karena rubrik ini muncul setiap hari Senin-Sabtu.

Bagaimana tips agar tulisan kita dimuat? Kita simak berikut ini!

  1. Cari ide yang orisinil

Banyak cerita-cerita lucu yang kita temui bahkan kita alami dalam keseharian. Nah cerita tersebut dapat kita tuangkan dengan mengganti tokohnya menjadi John Koplo, Tom Gembus, Lady Cempluk dan Genduk Nicole.

 

  1. Pastikan ada “jiwa” yang membuat cerita kita lucu

Kadang, kejadian lucu yang kita temui ketika diceritakan kepada orang lain, pendengar tidak merasa biasa saja. Hal ini karena “jiwa” lucu yang sebenarnya ada tidak tersampaikan dengan tepat. Ikat dulu kunci ke-lucu-an dari cerita kita, baru dituangkan dalam tulisan.

 

  1. Pastikan alur ceritanya mengalir

Karena “Ah Tenane” merupakan tulisan pendek, pastikan alurnya tidak bolak-balik sehingga pembaca mudah mengikuti cerita kita.

 

  1. Pastikan mengikuti ketentuan pengirimannya

Dalam pengiriman email, tulisan “Ah Tenane” dikirim dalam bentuk file word sebagai lampiran, bukan di body email. Jangan lupa mencantumkan nama penulis, alamat (boleh nama pena dan alamat singkat, tidak perlu alamat detail) dan no rekening serta nama bank. Nomor rekening dan nama bank sangat penting untuk mentransfer honor jika tulisan kita dimuat. Sebagus apapun tulisan kita, jika tidak mencantumkan nomor rekening dan nama bank, akan membuat tim redaksi berpikir ulang untuk memuatnya karena mereka akan bertambah pekerjaan dengan menghubungi kita untuk menanyakan kemana honor harus dikirim.

 

  1. Tulis, diamkan, baca lagi, edit, kirim

Seperti jenis tulisan yang lain, self editing juga sangat diperlukan dalam tulisan bergenre “humor”. Oleh karena itu sebagai penulis, kita harus memastikan bahwa tulisan kita sudah kita chek, menggunakan kalimat yang efektif, tidak kaku dan tidak ada typo.

 

  1. Sabar menanti kabar

Dalam sehari bisa jadi redaktur Solopos menerima ratusan tulisan untuk rubrik ini. Sebagai penulis kita harus bersabar. Jika kita beruntung tulisan kita dapat dimuat dalam beberapa hari setelah pengiriman, namun kadang kita harus menunggu berbulan-bulan, bahkan bisa jadi tidak akan dimuat.

 

Nah…tertarik untuk mengirim tulisan “Ah Tenane”?  Sampai ketemu dengan John Koplo, Tom Gembus, Lady Cempluk dan Genduk Nicole!

Isna

Saya seorang ibu dengan dua anak laki-laki. Saat ini saya aktif bekerja secara profesional di luar rumah. Menulis adalah hoby yang saya geluti saat ini, selain sebagai crafter dengan membuat berbagai model tas rajut. Saya belajar merajut secara otodidak dari youtube.

Sebagai penikmat kopi hitam dan teh hangat manis, rasanya hari belum lengkap tanpa keduanya.

Mimpi saya adalah suatu hari saya bisa hidup sejahtera dari menulis dan mempunyai usaha berbasis craft serta dapat memberi peluang kerja bagi para wanita di sekitar saya.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *