Buah hati

Tetap Meng-ASI Meski Bunda Kerja Di Luar Kota, Bisa!

Punya bayi tentu sangat menyenangkan ya Bun. Banyak bunda dengan berbagai pertimbangan tetap bekerja meski sedang memiliki bayi. Jika Bunda bekerja di dalam rumah, urusan ASI tentu bukan masalah. Sewaktu-waktu Bunda bisa langsung menyusui buah hati. Berbeda bagi bunda yang bekerja di luar rumah. Apa lagi bagi bunda yang bekerja di luar kota dan terpaksa meninggalkan si bayi di rumah dengan keluarga yang lain, seperti saya.

https://jejaklangkahbundaisna.com/2020/08/04/hamil-di-usia-lebih-dari-40-kenapa-tidak/

ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi. Dalam proses menyusui secara langsung terjadi bonding antara Bunda dengan bayi. Meski Bunda bekerja di luar kota tidak ada alasan untuk tidak memberi ASI. Justru pemberian ASI merupakan salah satu cara Bunda agar tetap “dekat” dengan buah hati.

 

Waktu selama cuti melahirkan harus Bunda gunakan dengan sebaiknya untuk persiapan tetap meng-ASI. Berikut hal yang harus dilakukan:

 

  1. Meyakinkan keluarga, terutama suami bahwa ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi.

Kesuksesan meng-ASI akan dapat dicapai jika ada pemahaman dan kerja sama antara Bunda dan suami. Bunda dapat menjelaskan apa manfaat ASI dan keunggulan memberi ASI meski Bunda tidak selalu bersama si bayi. Ajak suami untuk cari referensi, browsing dan datang ke klinik laktasi jika diperlukan.

 

2.  Mengkomunikasikan dengan keluarga, terutama yang akan menjaga bayi mengenai cara pemberian ASI perah atau ASI hasil memompa.

Beberapa orang menganggap pemberian ASI, terutama ASI perah yang dibekukan cukup merepotkan. Sebenarnya pemberian ASI beku mudah asal sudah diketahui pola minum si bayi dan penyiapan ASI beku.

 

3.  Menyiapkan mental dan semangat.

Ini penting mengingat tidak semua orang paham dan mengerti bahwa pemberian ASI tetap dapat dilakukan meski Bunda tidak setiap hari bertemu dengan buah hati. Tidak semua Bunda tinggal di lingkungan yang pro ASI dan mendukung pemberian ASI. Masuk dalam komunitas ibu menyusui baik online maupun offline akan sangat membantu Bunda untuk terus bersemangat memberi ASI.

 

4.  Mulai menyetok ASI sejak awal melahirkan.

Hari-hari pertama melahirkan biasanya ASI belum lancar. Bunda tidak perlu kuatir. Dengan semakin seringnya bayi menyusu, maka produksi ASI akan semakin banyak. Usahakan Bunda mulai memompa ASI untuk stok saat nanti Bunda mulai bekerja. Prinsip produksi ASI adalah demand and supply. Kelenjar ASI akan semakin banyak berproduksi sebanding dengan banyaknya ASI yang dikeluarkan.

 

5.  Managejemen ASI yang tepat

Bunda dapat menghitung banyaknya produksi ASI yang dapat disimpan. Pengalaman saya, setelah produksi ASI lancar, sebelum menyusui bayi, saya selalu memompa terlebih dahulu payudara kiri dan kanan. Tujuannya adalah agar bayi tidak tersedak saat menyusu karena produksi ASI yang melimpah. Setelah menyusui, jika ASI masih cukup banyak, saya juga memompa kembali sampai kosong. Bunda harus memperhatikan kebutuhan ASI si bayi dan seberapa banyak kelebihan yang dapat disimpan. Pada bulan pertama sampai bulan ke tiga melahirkan, rata-rata setiap hari saya dapat menyimpan 400ml-500 ml ASI hasil memompa.

 

6.  Konsisten mempompa ASI

Ini yang susah untuk dilakukan. Ketika sibuk dengan urusan pekerjaan, kita sering lupa untuk memompa. Sedangkan konsisten memompa merupakan kunci agar kelenjar ASI terus berproduksi. Padatnya pekerjaan, tidak adanya ruang laktasi, tempat penyimpanan ASI selama di kantor yang  kurang mendukung sering menjadi alasan malas untuk memompa. Jika ini terus terjadi, produksi ASI akan menurun dan kebutuhan bayi yang ditinggal di rumah tidak akan tercukupi. Apalagi jika jenis pekerjaan kita banyak di luar ruangan, tentu kendalanya akan semakin banyak ya Bun.

 

Ini juga saya alami. Jenis pekerjaan saya saat ini membuat saya harus banyak bekerja di luar kantor. Sebisa mungkin saya gunakan waktu yang ada untuk dapat memompa. Idealnya memompa ASI dilakukan setiap 2-3 jam sekali. Saya memompa ASI ketika jam 9, jam 12 dan jam 3, sedapatnya ASI yang dapat dihasilkan. Yang penting konsisten. Minimal saya memompa ASI tiga kali selama jam kantor. Saya berusaha untuk tidak stres dan tidak menjadikan memompa ASI sebagai beban. Karena jika saya stres dan terbebani dengan rutinitas, maka akan berpengaruh pada produksi ASI. Saya tidak melakukan pantangan makan maupun minum. Sebagai penikmat teh dan kopi, saya tetap menikmati kedua minuman ini. Saya mengurangi porsi gula yang saya gunakan. Ini untuk menjaga agar tubuh saya tidak kelebihan kadar gula. Untuk menambah semangat, sebelum memompa saya sering memandang foto si bayi. Ternyata ini cukup ampuh sebagai moodboster.

 

Di kantor saya tidak ada ruang laktasi atau ruang tertutup yang dapat saya gunakan untuk memompa. Biasanya saya memompa ASI di toilet. Karena di kantor tidak ada kulkas yang dapat saya gunakan untuk menyimpan ASI, saya menggunakan cooler bag . Saya pilih cooler bag yang mempunyai daya menahan dingin cukup lama.

 

Niat dan semangat meng-ASI harus tetap kita jaga ya Bun, demi perkembangan buah hati tercinta. Saat ini saya bekerja di Yogyakarta dan bayi mungil saya di Solo. Setiap Jumat sore saya pulang dengan membawa oleh-oleh 25-30 botol dan plastik berisi ASI perah. Dengan konsisten memberi ASI secara langsung ketika bersama si bayi dan memompa sejak hari pertama melahirkan, persediaan ASI aman. Saat ini bayi saya berusia 4,5 bulan. Stok ASI beku yang tersedia sekitar 300 bungkus yang disimpan dalam botol dan plastik ASI masing-masing 100ml. Pada usianya sekarang kebutuhan ASI si bayi rata-rata 6-8 botol dalam satu hari satu malam.

 

Tetap semangat meng-ASI ya Bun!

Isna

Saya seorang ibu dengan dua anak laki-laki. Saat ini saya aktif bekerja secara profesional di luar rumah. Menulis adalah hoby yang saya geluti saat ini, selain sebagai crafter dengan membuat berbagai model tas rajut. Saya belajar merajut secara otodidak dari youtube.

Sebagai penikmat kopi hitam dan teh hangat manis, rasanya hari belum lengkap tanpa keduanya.

Mimpi saya adalah suatu hari saya bisa hidup sejahtera dari menulis dan mempunyai usaha berbasis craft serta dapat memberi peluang kerja bagi para wanita di sekitar saya.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *