Buah hati

Hamil di Usia Lebih Dari 40, Kenapa Tidak?

Hamil? Ini kabar yang pasti sangat menggembirakan. Apalagi bagi pasangan yang sudah lama menanti buah hati. Begitu pun dengan saya. Awalnya saya tidak menyadari bahwa sudah ada calon adiknya Callisto di rahim. Kok bisa? Pertama, karena siklus menstruasi  yang tidak teratur. Jadi ketika tidak kunjung mestruasi, saya tidak langsung mengira bahwa sedang hamil. Kedua umur saya saat itu sudah mendekati 42 tahun, dimana menurut ilmu kedokteran usia tersebut kemungkinan hamil sudah semakin kecil. Ketiga, sebelumnya ketika konsultasi, dokter kandungan menyampaikan bahwa kemungkinan saya hamil lagi sangat kecil. Wallahu A’lam, jika Allah menghendaki, apapun bisa terjadi.

Nah, menurut referensi hamil di usia lebih dari 40 tahun resikonya cukup tinggi. Apakah waktu itu saya sempat worry? Sedikit iya. Tapi balik lagi, Bismillah saya yakin Allah akan beri yang terbaik. Pada usia tersebut tentu kesehatan seorang wanita sudah tidak prima lagi.

Lalu, apa yang saya lakukan?

 

  1. Menjaga pola makan

Wanita hamil memerlukan asupan gizi yang lebih banyak dan berimbang karena selain untuk tubuhnya juga untuk perkembangan janin. Tercukupinya gizi dalam jumlah dan jenis yang tepat sangat penting. Karena itu pastikan Bunda mengkonsumsi aneka sayuran, sumber protein dan sumber vitamin yang bervariasi dalam jumlah cukup.

 

  1. Cukup minum air putih

Selama hamil saya tidak melakukan pantangan makan maupun minum apa pun. Sebagai penikmat kopi hitam dan teh, saya tetap minum kopi dan teh. Hanya jumlahnya dibatasi, tidak berlebih. Air putih sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selama hamil saya mengkonsumsi air putih lebih banyak dari biasanya. Jika sebelum hamil saya agak ogah untuk minum air putih, maka selama hamil saya sedikit memaksakan diri untuk memperbanyak air putih. Caranya saya menggunakan tubler dan membuat target sekian tubler yang harus diminum. Jika kurang, maka besok saya harus minum lebih banyak lagi.

 

  1. Cukup istirahat

Selama hamil kedua ini saya masih aktif bekerja. Bahkan, intensitas pekerjaan di luar ruangan lebih besar dibanding ketika hamil anak pertama. Saya selalu berusaha menggunakan waktu yang ada untuk istirahat yang cukup. Tubuh kita sering memberi alarm ketika bebannya melebihi kebiasaan. Nah, Bunda harus peka. Jika memang harus istirahat, sempatkan untuk istirahat. Kurangi kegiatan yang tidak terlalu penting sehingga tubuh tidak kelelahan. Prioritas saya waktu itu adalah pekerjaan dan kondisi tubuh, maka saya harus merelakan tidak melakukan berbagai kegiatan lain yang sebelumnya biasa dilakukan.

 

  1. Rajin periksa kandungan

Ini penting menurut saya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Pertama karena hamil di usia yang sudah tidak fit lagi, yaitu di atas 40 tahun. Yang kedua, pekerjaan saya banyak menuntut untuk aktif bergerak. Ketiga, saya bekerja di luar kota dan harus pulang pergi seminggu satu kali. Hal ini tentu semakin membuat saya mudah lelah dan bisa mempengaruhi kandungan. Dengan periksa kehamilan sesuai anjuran dokter membuat saya tahu persis perkembangan janin sehingga membuat saya lebih tenang.

 

  1. Banyak bergerak

Jalan kaki merupakan olah raga yang ringan dan mudah dilakukan. Beruntung pekerjaan membuat saya banyak bergerak dan berjalan kaki. Pekerjaan rumah tangga sebenarnya cukup untuk membuat badan kita aktif bergerak. Jadi Bunda, hamil jangan dijadikan alasan untuk bermalas-malasan ya, kecuali jika kesehatan tidak memungkinkan.

 

  1. Positif thinking

Ini juga sangat penting. Banyak masalah kesehatan yang muncul karena pikiran. Sebisa mungkin saya tidak stres, menikmati apa pun yang terjadi dengan senyum dan berlapang dada. Selama masa kehamilan ini sebenarnya banyak masalah yang perlu saya selesaika. Namun, saya terus berusaha tenang dan selalu ingat bahwa semua hal terjadi karena ijin Allah. Jadi, tidak ada alasan untuk menolak semua hal yang terjadi.

Isna

Saya seorang ibu dengan dua anak laki-laki. Saat ini saya aktif bekerja secara profesional di luar rumah. Menulis adalah hoby yang saya geluti saat ini, selain sebagai crafter dengan membuat berbagai model tas rajut. Saya belajar merajut secara otodidak dari youtube.

Sebagai penikmat kopi hitam dan teh hangat manis, rasanya hari belum lengkap tanpa keduanya.

Mimpi saya adalah suatu hari saya bisa hidup sejahtera dari menulis dan mempunyai usaha berbasis craft serta dapat memberi peluang kerja bagi para wanita di sekitar saya.

Anda mungkin juga suka...

4 Komentar

  1. Desi says:

    Ini ceritanya sendiri atau orang lain Mbak Isna?

    1. Isna says:

      aku sendiri mba, baby-nya lahir tanggal 23 Maret lalu….

      1. Desi says:

        sy banget … masih jalan ini

        1. Isna says:

          Semoga selalu sehat bunda dan baby-nya ya mba. Aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *