Buah hati

Diapers Atau Clody?

Hallo Bun! Bunda yang mempunyai baby pernah galau kah antara memilih menggunakan popok kain biasa, diapers atau clody? Untuk bayi yang baru lahir biasanya lebih memilih menggunakan popok biasa ya karena lebih mudah dipasang dan dilepas. Tahukah Bunda, berapa kali bayi baru lahir pipis atau pup tiap hari? Bisa sampai lebih dari lima belas kali ya. Nah, Bunda yang baru melahirkan sering dihantui dengan pekerjaan mencuci popok dan kain bayi. Jangan sampai Bunda yang sudah capek mengurus bayi sepanjang hari, bahkan sampai terpaksa harus begadang masih ditambah stres dengan pekerjaan mencuci dan memikirkan popok yang tak kunjung kering.

Sebagai ganti popok, Bunda dapat menggunakan diapers dan clody. Apa sih diapers dan clody itu, kita simak yuk!

Diapers adalah popok sekali pakai buatan pabrik. Bahan diapers dari plastik yang susah terurai. Diapers ini dilengkapi dengan bubuk yang akan dengan cepat berubah menjadi gel ketika kena ompol atau pup. Karena sudah berubah menjadi gel, maka kotoran bayi tidak akan meluber kemana-mana sehingga tetap bersih.

Clody atau diapers kain adalah popok yang dilengkapi dengan lapisan penyerap sehingga dapat menahan pipis atau pup bayi. Clody terdiri dari dua bagian, yaitu outer yang biasanya terbuat dari kain tahan air dan inner yang merupakan lapisan penyerap. Karena terbuat dari kain, clody dapat dicuci dan dipakai ulang. Bahkan jika Bunda membeli clody yang berkualitas dan benar dalam perawatannya, clody dapat tahan sampai bertahun-tahun. Kadang sampai bisa diwariskan kepada adik si bayi.

Apa kelebihan dan kekurangan antara diapers dan clody?

 

Diapers

Kelebihan

  1. Praktis

Diapers mudah dibeli. Bahkan di warung-warung kecil sekali pun banyak yang menjual diapers dalam berbagai merk. Saat Bunda bepergian dengan si buah hati, Bunda cukup menyiapkan satu saja diapers di tas bayi untuk ganti. Jika penuh dengan ompol atau pup bagaimana? Gampang, Bunda bisa beli di sepanjang warung yang dilalui, jadi tas bayi tidak penuh hanya dengan popok saja.

 

  1. Tidak merepotkan

Karena diapers merupakan popok sekali pakai, maka Bunda tidak perlu repot untuk mencucinya begitu diapers penuh dengan ompol atau pup. Bunda tinggal melepas dan membuangnya.

 

  1. Ringkas

Diapers yang belum dipakai cukup ringkas, jadi mudah diselipkan di dalam tas. Jika Bunda bepergian dengan waktu tempuh lama dan tidak ingin berhenti hanya untuk beli diapers, Bunda dapat membawanya dari rumah. Cukup gulung dan selipkan di dalam tas saja.

 

  1. Daya serap tinggi

Diapers dapat menyerap ompol dalam jumlah banyak. Jadi bunda tidak perlu sering mengechek dan menggantinya. Empat kali ganti dalam sehari sudah cukup.

 

Kekurangan

  1. Dapat menimbulkan ruam popok

Diapers dibuat dari bahan plastik dan bahan kimia sehingga kurang higienis. Kulit bayi lembut sangat sensitif. Kulit bayi yang selalu menggunakan diapers akan sangat mudah mengalami ruam. Terlebih jika diapers yang digunakan tidak sering diganti.

 

  1. Banyak mengandung bahan kimia

Kenapa daya serap diapers begitu tinggi dan cepat?  Karena diapers mengandung zat berbahan senyawa kimia Super Absorbent Polymer (SAP) sebanyak 42%yang akan berubah menjadi gel dengan cepat ketika terkena pipis sehingga tidak mudah bocor. Bahan pembuat gel tersebut tentu kurang baik untuk kulit bayi ya Bun.

 

  1. Menimbulkan polusi

Diapers terbuat dari bahan plastik yang sangat susah terurai. Menurut riset bank dunia tahun 2017, diapers merupakan penyumbang sampah terbesar ke dua di laut, yaitu 21%. Untuk menghancurkan bahan pembentuk diapers ini memerlukan waktu hampir 1.000 tahun

 

  1. Boros

Bun, coba hitung, berapa kebutuhan diapers setiap hari? Berapa harga diapers ber biji? Jika setiap hari seorang bayi memerlukan 3 buah diapers dengan harga Rp. 2.000 maka dalam satu bulan pengeluaran untuk diapers sebesar 3 x Rp. 2.000 x 30= Rp. 180.000, setahun Rp. 2.160.000

 

Clody

Kelebihan

  1. Awet

Biasanya outer dan inner terbuat dari bahan berkualitas. Dengan perawatan yang tepat clody akan awet untuk digunakan, bahkan jika si kecil sudah besar, dapat diwariskan untuk adiknya.

 

  1. Murah

Membeli clody berarti berinvestasi, artinya beli sekarang yang dapat digunakan dalam jangka waktu lama. Harga satu pasang clody yang terdiri dari outer dan inner berbeda-beda tergantung kualitasnya. Untuk harga clody lokal sekitar Rp. 35.000 hingga Rp. 100.000. Pembelian clody memang pengeluaran yang cukup besar di awal, namun hemat karena Bunda tidak perlu membelinya setiap  waktu.

 

  1. Ramah lingkungan

Clody yang kotor dapat dicuci dan digunakan kembali sehingga tidak menimbulkan sampah. Oleh karena itu penggunaan clody merupakan solusi Bunda untuk dapat membantu melestarikan lingkungan.

 

  1. Tidak menimbulkan iritasi

Bahan bagian dalam clody merupakan kain dengan serat lembut yang nyaman untuk kulit bayi. Karena itu, clody tidak menimbulkan iritasi bagi kulit bayi.

 

Kekurangan

  1. Harus rajin mencuci

Clody merupakan popok yang reuseable atau dapat digunakan kembali. Clody yang kotor harus segera dicuci agar kotoran yang menempel mudah dibersihkan. Proses pencucian dan perawatan yang tidak tepat dapat menyebabkan kurang berfungsinya clody untuk menahan ompol dan pup. Selain itu inner yang tebal memerlukan waktu yang cukup lama dalam proses pengeringan.

 

  1. Harus punya banyak agar bisa untuk ganti

Daya serap clody tidak sekuat diapers sehingga harus sering diganti. Idealnya, clody diganti setiap tiga jam sekali. Namun dapat juga penggantian dilakukan lebih lama tergantung volume ompol si bayi.

 

  1. Makan tempat

Clody dengan inner yang tebal cukup makan tempat daam penyimpanan. Jika Bunda bepergian dalam waktu lama, Bunda perlu membawa cukup banyak clody. Bisa jadi sebagian besar koper Bunda ditempati oleh si clody.

 

 

Nah, Bun. Dari uraian di atas sekarang Bunda sudah bisa menentukan, mau pilih diapers atau clody untuk buah hati?

Isna

Saya seorang ibu dengan dua anak laki-laki. Saat ini saya aktif bekerja secara profesional di luar rumah. Menulis adalah hoby yang saya geluti saat ini, selain sebagai crafter dengan membuat berbagai model tas rajut. Saya belajar merajut secara otodidak dari youtube.

Sebagai penikmat kopi hitam dan teh hangat manis, rasanya hari belum lengkap tanpa keduanya.

Mimpi saya adalah suatu hari saya bisa hidup sejahtera dari menulis dan mempunyai usaha berbasis craft serta dapat memberi peluang kerja bagi para wanita di sekitar saya.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *