Uncategorized

Cernak: Punjungan

Sore tadi ibu meminta Ilma untuk mengantar bingkisan makanan ke rumah budhe Ratna, kakak kandung ibu. Ibu sudah menyiapkan bingkisan yang berisi sirup, kue, gula dan teh dalam satu plastik. Sudah menjadi tradisi di desa Ilma setiap menjelang lebaran, saudara yang lebih muda memberi bingkisan makanan ke saudara yang lebih tua.  Bingkisan seperti ini biasanya disebut dengan punjungan.

 

Ilma berjalan sendiri ke rumah budhe Ratna yang berjarak sekitar 1 km. Walau sedang puasa, ia tidak terlihat lemas. Pintu rumah budhe Ratna nampak tertutup rapat.

 

“Mungkin budhe sedang tidur.” Bathin Ilma. Ia segera mengetuk pintu rumah bercat hijau tersebut sambil mengucapkan salam.

 

Tidak begitu lama, terdengar suara kaki melangkah menuju pintu “Waalaikum salam,” jawab budhe Ratna sambil membuka pintu.

 

“Wah..ada Ilma, masuk sayang!”

 

“Iya Budhe, Ilma disuruh ibu antar ini,” jawab Ilma sambil menyerahkan bingkisan yang dibawanya.

 

“Terima kasih banyak ya Ilma.” Ucap budhe Ratna sambil menerima bingkisan dari tangan Ilma.

 

“Ilma langsung pulang ya budhe, “ Ilma langsung berpamitan untuk pulang.

 

“Iya hati-hati ya, Nak! Ini ada hadiah dari Budhe, satu lembar untuk Ilma dan satu lembar untuk Ilham. Bagian Ilham tolong Ilma berikan ke ibu ya” Ucap budhe Ratna sambil memberikan dua lembar uang sepuluh ribuan kepada Ilma.

 

Ilham adalah adik Ilma yang baru berumur enam bulan.

 

Sambil berjalan pulang Ilma berpikir, “Bagaimana kalau Ilham gak usah aku bagi uangnya ya? Kan uangku jadi banyak.”

 

Sesampainya di rumah Ilma segera menyimpan kedua lembar uang dari budhe Ratna di kamar.

 

“Punjungannya sudah diberikan ke budhe Ratna, Nak?” tanya ibu.

 

“Sudah, Bu.” Jawab Ilma. Dia belum menyampaikan tentang uang yang diberikan oleh budhe Ratna. Begitu bertemu ibu, Ilma jadi ingat apa yang pernah disampaikan ibu kepadanya bahwa sebagai seorang anak yang baik kita harus jujur dan menyampaikan amanah dengan sebaik-baiknya. Jika saat dititipi sesuatu tidak kita sampaikan maka orang tidak akan percaya lagi dan Allah akan marah pada kita.

 

“Ibu…budhe Ratna memberikan ini untuk Ilma dan Ilham.”Ucap Ilma pada Ibu sambil menunjukkan dua lembar uang dari budhe Ratna. “Tadi rencananya uang bagian Ilham mau Ilma ambil saja buat Ilma, tapi Ilma ingat yang pernah ibu katakan, kalau mendapat titipan harus disampaikan. Kalau tidak, nanti Allah akan marah.”

 

“Iya sayang, terima kasih ya Ilma sudah jadi anak baik. Uang bagian Ilma simpan saja, bagian Ilham biar ibu yang simpan.”

Isna

Saya seorang ibu dengan dua anak laki-laki. Saat ini saya aktif bekerja secara profesional di luar rumah. Menulis adalah hoby yang saya geluti saat ini, selain sebagai crafter dengan membuat berbagai model tas rajut. Saya belajar merajut secara otodidak dari youtube.

Sebagai penikmat kopi hitam dan teh hangat manis, rasanya hari belum lengkap tanpa keduanya.

Mimpi saya adalah suatu hari saya bisa hidup sejahtera dari menulis dan mempunyai usaha berbasis craft serta dapat memberi peluang kerja bagi para wanita di sekitar saya.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *